IMG_0286

24 Jam mengenal Sunda Wiwitan, Digital Detox & Nginap di Baduy Dalam

Satu wish list dicentang di 2025.

Sejak dua tahun lalu, aku pengen ke Baduy. Aku sebenarnya udah gajak beberapa temanku, tapi sepertinya belum ada yang tertarik. Setidaknya, ada tiga orang yang aku ajak ke sini. Ini jadi alasan yang kubenarkan secara tidak sengaja.

Nah, beberapa bulan lalu, aku menawarkan wisata yang sama ke temanku yang lintas pulau dan sepertinya dia tertarik. Rasanya mengingatkan untuk tidak perlu mencari-cari apapun, termasuk teman perjalanan, karena yang selaras pasti akan ditepertemukan.

Setelah mengatur jadwal yang cocok bertepatan dengan ulangtahun temanku. Kami sepakat untuk mengambil trip 4-5 Oktober 2025. Sebenarnya birthday trip ini gak asing bagiku, itu juga kenapa aku semangat menemani teman yang punya ketertarikan yang sama untuk merayakan dirinya sendiri di momen kelahiran.

Untuk merealisasikan trip ini. Kami memerlukan waktu 3 jam perjalanan menggunakan KRL. Perjalanan kami dimulai dari Stasiun Bogor. Detailnya sebagai berikut:

  • Stasiun Bogor-Stasiun Cikini = Rp5000 per orang (45 menit)
  • Stasiun Cikini-Stasiun Tanah Abang = Rp25.000 gocar (15 menit)
  • Stasiun Tanah Abang-Stasiun Rangkasbitung = Rp5.000 per orang (90 menit)

Setelah tiba di Stasiun Rangkasbitung, kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp Wisuba di Baduy Rejo,  perjalanan menggunakan bus selama 2 jam. Total perjalanan 4 jam jika dimulai dari Stasiun Bogor.

Kami tiba pukul 13.00, untuk makan siang. Rombongan kami sebanyak 15 orang yang tergabung di grup satu. Kedatangan kami disambut cuaca gerimis. Tiba di basecamp ini, kami disajikan makanan sunda pada umumnya. Makanan ambil sendiri secara prasmanan, Rp25 ribu per porsi. Mineral Rp10 ribu. Total per orang Rp35 ribu makan siang.

Setelah selesai makan dan beristirahat sejam. Kami memulai perjalanan ke Baduy luar. Kami menggunakan jasa trip @wisuba jalur fast track Rp255 ribu per orang. Trip ini memfasilitasi foto dan leader yang akan membawa kami melihat aktivitas masyarakat Baduy luar dan ditutup dengan menginap di Baduy Dalam.

Apasih perbedaan Baduy luar dan Baduy dalam?

Selain busana dan aturan, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Pertama, dijelaskan bahwa kita bisa mengenali Baduy dalam dengan ikat kepala putih, sementara Baduy luar dengan ikat kepala hitam atau biru tua.

Baduy luar sudah terpapar dengan modernitas, yang di mana, bisa menggunakan kendaraan umum seperti mobil. Tapi tidak memiliki, hanya menggunakan saja. Sementara Baduy dalam tidak, artinya kemanapun mereka pergi harus berjalan kaki tanpa alas. Atau dikenal dengan barefoot. Baduy ini menganut kepercayaan Sunda Wiwitan. Di sini warganya menjalani sistem kepercayaan

Apa yang didapat dari trip ini?

Pengalaman. Digital detox. Nginap di Baduy Dalam. Tracking 3 jam. Mandi di sungai. Tidak terpapar listrik dan sinyal 24 jam. Melihat bulan sebagai penerangan di desa. Makan masakan baduy.

Sistem makanan

Tidur di rumah warga Baduy dalam,

Comments are closed.